Di tengah tantangan perubahan iklim dan urbanisasi yang kian pesat, ancaman banjir dan gunung sampah menjadi pemandangan yang tak asing, bahkan di tingkat lingkungan rumah tangga. Namun, tahukah ada solusi sederhana dan efektif yang bisa kita lakukan di pekarangan rumah untuk mengatasi kedua masalah ini sekaligus? Yaitu lubang resapan biopori.
Biopori bukan sekadar tren, melainkan sebuah metode cerdas yang memberdayakan setiap keluarga untuk menjadi bagian dari solusi masalah lingkungan. Dengan membuat lubang silinder vertikal ke dalam tanah dan mengisinya dengan sampah organik, kita menciptakan sistem drainase alami mini yang memiliki manfaat ganda yang luar biasa.
Manfaat Nyata Biopori
- Meredakan Genangan Air di Halaman: Musim hujan di Banda Aceh seringkali membawa genangan air di halaman rumah. Biopori bekerja bagai sumur resapan pribadi, mempercepat penyerapan air hujan ke dalam tanah. Air tidak lagi mengumpul dan menyebabkan halaman becek, bebahaya, dan menjadi sarang nyamuk.
- Mengurangi Volume Sampah Rumah Tangga: Sampah organik seperti sisa makanan, daun kering, dan kulit buah seringkali mendominasi isi tempat sampah kita. Dengan biopori, sampah-sampah ini tidak lagi berakhir di TPA, melainkan diubah menjadi kompos alami yang menyuburkan tanaman di halaman rumah.
- Menciptakan Lingkungan Rumah yang Lebih Sehat: Genangan air yang berkurang berarti potensi perkembangbiakan nyamuk penyebab demam berdarah juga menurun. Selain itu, proses dekomposisi sampah organik di dalam biopori tidak menimbulkan bau yang mengganggu seperti di tempat sampah terbuka..
- Mendukung Ketahanan Air Tanah: Air yang terserap melalui biopori akan menjadi cadangan air tanah. Ini sangat penting untuk menjaga ketersediaan air bersih, terutama di musim kemarau. Meskipun dampaknya di tingkat keluarga mungkin tidak langsung terasa signifikan, namun jika banyak keluarga menerapkan biopori, kontribusi terhadap pelestarian sumber daya air tanah akan menjadi nyata.
Memulai Itu Mudah: Biopori di Pekarangan Rumah
Membuat biopori sangatlah sederhana dan tidak memerlukan biaya besar. Kita bisa menggunakan alat bor biopori sederhana atau bahkan linggis. Lubang silinder dengan diameter sekitar 10-15 cm dan kedalaman 80-100 cm sudah cukup efektif untuk skala rumah tangga. Isi lubang dengan sampah organik secara bertahap, dan biarkan alam bekerja.
Mari kita mulai gerakan biopori dari halaman rumah kita masing-masing. Setiap lubang biopori yang kita buat adalah kontribusi nyata dalam mengurangi risiko banjir di lingkungan sekitar dan mengurangi beban TPA. Dengan tindakan sederhana ini, kita dapat bersama-sama menciptakan lingkungan yang lebih aman, sehat, dan lestari. Ini bukan hanya tentang mengatasi masalah, tetapi juga tentang menanamkan kesadaran akan pentingnya menjaga alam bagi generasi mendatang.
Ditulis oleh: Mery Silviana, S.T., M.Sc
Dosen Teknik Sipil Universitas Abulyatama