KUTARAJAPOST – PT Pertamina Hulu Energi (PHE) melalui afiliasinya, PT Pertamina Hulu Mahakam (PHM), menemukan sumber daya minyak dan gas bumi dari pemboran sumur eksplorasi Metulang Deep (MDP)-1x di wilayah lepas pantai South Mahakam, Kalimantan Timur.
Pengeboran MDP-1x menjadi bagian dari strategi near field exploration. Strategi ini disebut sebagai quick win karena bisa diproduksi lebih cepat dengan memanfaatkan fasilitas lapangan migas terdekat yang sudah memasuki fase matang.
PHM konsisten melakukan eksplorasi meski area kerja terbatas. Konsep geologi terbaru terus diadopsi untuk mencari cadangan baru.
“Keberhasilan ini adalah bukti nyata dari dedikasi dan kerja keras tim eksplorasi kami dalam menerapkan new exploration play concept di area yang sudah mature, juga berkat kolaborasi erat antara PHE dengan SKK Migas dan Kementerian ESDM. Diharapkan temuan sumber daya kontijen original oil in place (OOIP) yang diperkirakan sekitar 106 juta barel ekuivalen minyak (MMboe) ini dapat segera dikembangkan dan berkontribusi pada lifting migas nasional demi mewujudkan swasembada energi dan ketahanan energi nasional,” ujar Direktur Eksplorasi PHE Muharram Jaya Panguriseng, pada Jumat, 2 Januari 2026.
Sejak mengambil alih Blok Mahakam pada 1 Januari 2018, PHM telah mengebor enam sumur eksplorasi. Empat di antaranya berhasil mencatatkan temuan, termasuk MDP-1x yang dinilai signifikan.
Direktur Utama PT Pertamina Hulu Indonesia (PHI) Sunaryanto menegaskan eksplorasi menjadi kunci menjaga keberlanjutan energi.
“Dengan temuan pengeboran MDP-1x, kami akan segera melakukan pengembangan untuk mendorong peningkatan produksi secara berkelanjutan, memperkuat ketahanan energi di Kalimantan, serta meningkatkan rasio cadangan terhadap produksi atau RtoP Pertamina Hulu Indonesia,” kata Sunaryanto.
Sumur MDP-1x dibor hingga kedalaman 4.260 meter dan menembus Formasi Yakin. Target utama hanya ditembus sebagian karena tekanan tinggi. Namun PHM berhasil menemukan potensi sumber daya pada formasi lebih dangkal, yakni Sepinggan Carbonate Sequence (SCS) dan Sepinggan Deltaic Sequence (SDS).
Hasil uji alir pada zona SCS menunjukkan reservoir karbonat dan batu pasir memiliki kemampuan produksi baik. Dengan interval uji 25,5 meter, sumur mencatat laju alir maksimum 2.821 barel minyak per hari (bopd) dan gas 5 juta kaki kubik standar per hari (MMscfd).
Awal 2025, PT Pertamina Hulu Rokan Zona 4 Prabumulih mencatat hasil luar biasa dari sumur BNG-064. Produksi mencapai 1.400 bopd dan 4,51 MMscfd gas, jauh di atas target awal 190 bopd dan 0,15 MMscfd.
Keberhasilan itu diikuti penemuan sumur BNG-067 yang menghasilkan 660 bopd dan 0,807 MMscfd gas. Angka tersebut melampaui target awal lebih dari 400 persen.
Eksplorasi di Jawa Barat (EPN-002) juga mencatat hasil positif. Temuan ini melengkapi pencapaian 2024, ketika PHE menemukan sumber daya gas bumi lebih dari 1,8 triliun kaki kubik (Tcf) atau setara 320 juta barel minyak di Sulawesi Tengah.
PHE menegaskan akan terus berinvestasi dalam operasi hulu migas sesuai prinsip environmental, social, and governance (ESG). Perusahaan juga berkomitmen zero tolerance on bribery dengan menerapkan Sistem Manajemen Anti Penyuapan (SMAP) berstandar ISO 37001:2016.
Keberhasilan eksplorasi ini menunjukkan blok migas yang sudah matang masih menyimpan potensi besar. Inovasi dan teknologi menjadi kunci agar cadangan tersebut bisa dimanfaatkan untuk mendukung ketahanan energi nasional.[]



























