Militer Israel melaporkan adanya tembakan roket dari Lebanon pada Senin dini hari, tidak lama setelah Hezbollah menyatakan telah menjalankan 21 serangan terhadap target militer Israel dalam 24 jam sebelumnya.
Menurut laporan Anadolu Agency, sirene peringatan terdengar di Tiberias dan sejumlah wilayah sekitar setelah roket terdeteksi melintas dari Lebanon. Media Israel, termasuk Channel 12 dan harian Yedioth Ahronoth, melaporkan sirene tersebut aktif setelah adanya indikasi roket masuk ke wilayah utara.
Militer Israel menyebut tiga roket diluncurkan ke arah Upper Galilee. Dua roket diklaim berhasil dicegat, sementara hasil upaya pencegatan terhadap roket ketiga masih diperiksa.
Insiden ini terjadi setelah pada Minggu empat orang dilaporkan terluka akibat serangan drone dari Lebanon yang menghantam permukiman Beit Hillel di Israel utara, menurut laporan Channel 12.
Hezbollah sebelumnya mengumumkan serangkaian operasi terhadap pasukan dan posisi militer Israel pada Minggu. Dalam beberapa pernyataan terpisah, kelompok itu menyebut para pejuangnya menargetkan pasukan Israel di Lebanon selatan dengan roket dan tembakan artileri, serta mengklaim serangan tersebut mengenai sasaran secara langsung.
Hezbollah juga menyatakan telah menembakkan rudal darat-ke-udara ke arah drone Israel jenis Hermes 450 yang terbang di atas Lebanon selatan. Kelompok tersebut kemudian menyebut total 21 operasi dilakukan dalam rentang 24 jam terhadap pasukan, kendaraan militer, dan posisi Israel di Lebanon selatan serta Israel utara.
Ketegangan di perbatasan Lebanon-Israel tetap tinggi meski gencatan senjata telah diumumkan sebelumnya. Anadolu melaporkan Israel masih melanjutkan serangan ke Lebanon setelah gencatan senjata yang berlaku pada 17 April, lalu diperpanjang selama 45 hari mulai 17 Mei melalui pembicaraan tidak langsung yang dimediasi Amerika Serikat.
Menurut Kementerian Kesehatan Lebanon, serangan Israel sejak 2 Maret telah menewaskan lebih dari 3.400 orang di seluruh negeri.
Sumber: Anadolu Agency




























