KUTARAJAPOST – Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN) tengah menyusun proyeksi teknologi masa depan untuk memastikan arah industrialisasi Indonesia hingga 2030, 2040, dan 2050.
“BRIN saat ini sedang mempersiapkan bagaimana kita melakukan future technology forecast. Jadi bagaimana memprediksi dan memproyeksikan teknologi-teknologi yang akan berkembang pada tahun 2030, 2040, 2050,” kata Kepala BRIN Arif Satria di Kompleks Istana Kepresidenan, Jakarta, pada Kamis, 15 Januari 2026.
Arif menjelaskan proyeksi ini penting agar investasi industri tidak tertinggal dari sisi teknologi ketika fasilitas produksi sudah beroperasi.
“Sehingga jangan sampai kita akan melakukan investasi, kemudian ternyata ketika pabriknya sudah jadi, teknologinya sudah ketinggalan,” ujarnya.
BRIN menyatakan siap menjadi mitra bagi Badan Pengelola Investasi Danantara dan sektor swasta dalam memproyeksikan arah industrialisasi nasional. Kolaborasi diarahkan untuk menyusun riset bersama sesuai kebutuhan industri ke depan.
“BRIN siap menjadi partner bagi Danantara, bagi swasta yang ada di Indonesia dalam memproyeksikan kerangka industrialisasi kita ke depan seperti apa, dan teknologi yang harus disiapkan seperti apa, dan kita siapkan riset bersama-sama,” kata Arif.
Ia menambahkan BRIN akan memperkuat kerja sama dengan Kementerian Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi untuk mendukung riset sebagai dasar pembangunan industri nasional.
Dalam kesempatan itu, Arif juga menyinggung penguatan riset di sektor dirgantara. BRIN bersama PT Dirgantara Indonesia tengah mempercepat riset pesawat N219 dan pengembangan pesawat amfibi.
“Dan itu akan sangat bagus dan membanggakan, karena itulah cara kita untuk meningkatkan konektivitas antarpulau di Indonesia,” pungkasnya.[]





























