Aceh Utara — Ketulusan dan kepedulian kembali ditunjukkan Bunda Salma, istri Gubernur Aceh, yang tanpa lelah hadir di tengah masyarakat terdampak bencana di hunian sementara (huntara) Langkahan, Aceh Utara.
Dalam suasana sederhana penuh haru, Bunda Salma menyapa langsung warga, berbuka puasa bersama, serta menyerahkan bantuan sebagai wujud empati dan solidaritas terhadap keluarga yang masih berjuang memulihkan kehidupan pascabencana.
Kehadiran Bunda Salma bukanlah seremoni sesaat, melainkan bagian dari langkah rutin yang selama ini ia lakukan menyapa masyarakat hingga ke pelosok Aceh.
Namun, kunjungan kali ini memiliki makna lebih dalam karena berlangsung di kawasan hunian sementara ruang hidup sementara bagi warga yang kehilangan rumah dan kenangan akibat bencana. Di tempat itulah, ia hadir membawa kehangatan, doa, dan penguatan batin bagi para penyintas.
Sebagai anggota DPRA Fraksi Partai Aceh, Bunda Salma dikenal konsisten mengabdikan diri bagi kepentingan sosial masyarakat. Dalam setiap momentum kebersamaan, ia selalu menegaskan bahwa kedekatan pemimpin dengan rakyat adalah kekuatan moral bagi Aceh untuk bangkit. Baginya, berbagi kasih bukan sekadar bantuan materi, tetapi ikhtiar menghadirkan harapan bagi mereka yang sedang diuji oleh musibah.
Warga huntara menyambut hangat kedatangan Bunda Salma. Banyak di antara mereka mengaku terharu karena merasa tidak sendiri menghadapi masa sulit. Kehadiran sosok perempuan Aceh yang lembut namun tegar ini dinilai menjadi penguat semangat, bahwa pemerintah dan pemimpin daerah tetap hadir di sisi rakyat dalam kondisi paling rentan sekalipun. Senyum dan doa yang dibawa Bunda Salma menjadi energi batin bagi warga untuk terus bertahan.
Momentum kebersamaan di huntara Langkahan ini menjadi simbol bahwa di tengah duka dan keterbatasan, masih ada kasih dan kepedulian yang menyala. Setiap langkah Bunda Salma adalah pesan bahwa harapan tidak pernah padam bagi Aceh.
Dalam sunyi hunian sementara, ia hadir menyalakan asa bahwa dari luka bencana, kebersamaan dan cinta kemanusiaan akan menuntun Aceh menuju pemulihan dan masa depan yang lebih baik. []


























