FLORES — Badan Nasional Pencarian dan Pertolongan (Basarnas) mencatat 51 orang meninggal dunia dan 132 orang mengalami luka berat maupun ringan akibat gempa bumi magnitudo 7,7 di wilayah Flores, Nusa Tenggara Timur (NTT). Data tersebut merupakan hasil pendataan dan verifikasi faktual hingga Minggu, 16 Agustus 2026, pukul 14.00 WITA.
Dengan demikian, total korban meninggal dan luka yang telah terdata mencapai 183 orang. Kepala Kantor SAR Maumere selaku SAR Mission Coordinator (SMC), Fathur Rahman, menegaskan bahwa data masih dinamis dan akan diperbarui melalui koordinasi dengan Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) serta unsur potensi SAR.
“Data tersebut masih dinamis dan akan diperbarui secara berkala melalui koordinasi dengan BPBD serta unsur potensi SAR,” demikian keterangan Fathur yang dikutip ANTARA.
Angka dalam SITREP lebih lama belum menjadi data terbaru
Sebuah infografik laporan situasi yang diterima redaksi mencantumkan 56 korban meninggal dan 132 korban luka berdasarkan pembaruan data pukul 11.50 WITA. Namun, angka 56 meninggal tersebut belum dapat dikonfirmasi melalui publikasi resmi yang dapat diakses redaksi.
Karena itu, pemberitaan ini menggunakan pembaruan Basarnas yang disampaikan pada pukul 14.00 WITA, yaitu 51 meninggal dan 132 luka. Perbedaan angka antarlaporan dapat terjadi selama proses verifikasi dan konsolidasi data lapangan. Pembaca disarankan merujuk pada pembaruan resmi berikutnya dari Basarnas, BNPB, BPBD, atau media center pemerintah.
Operasi SAR dan asesmen masih berlangsung
Kepala Basarnas Marsekal Madya TNI Mohammad Syafii memantau langsung operasi pencarian dan pertolongan di Flores. Tim SAR gabungan masih melakukan pencarian, pemantauan, serta evaluasi untuk memastikan tidak ada warga yang membutuhkan pertolongan.
Basarnas juga menyiagakan helikopter di Bandara Komodo, Labuan Bajo, guna mendukung evakuasi medis melalui udara apabila dibutuhkan. Operasi dilakukan bersama unsur TNI, Polri, BPBD, pemerintah daerah, relawan, dan potensi SAR lainnya.
BNPB sebelumnya melaporkan bahwa gempa M7,7 memaksa lebih dari 5.000 warga mengungsi. Berdasarkan pemutakhiran BNPB per Minggu (16/8) pukul 00.00 WIB, 47 orang meninggal dan sedikitnya 101 orang luka-luka. Perbedaan dengan data Basarnas pukul 14.00 WITA menunjukkan proses pendataan masih terus berkembang.
Gempa susulan masih terjadi
Data gempa terkini BMKG menunjukkan sejumlah gempa susulan kembali terjadi di sekitar Manggarai pada Minggu (16/8), di antaranya magnitudo 5,5 pukul 13.51 WIB, magnitudo 5,6 pukul 17.14 WIB, dan magnitudo 5,1 pukul 17.31 WIB. Ketiganya berkedalaman sekitar 10 kilometer dan dinyatakan tidak berpotensi tsunami.
Masyarakat diminta menjauhi bangunan yang rusak atau rawan runtuh, mengikuti arahan petugas, dan tidak menyebarkan angka korban yang belum diverifikasi. Untuk kondisi darurat pencarian dan pertolongan, layanan Basarnas dapat dihubungi melalui nomor 115.
Sumber verifikasi
- ANTARA: Kabasarnas pantau langsung penanganan gempa Flores, 16 Agustus 2026.
- BNPB: Pascagempa NTT, lebih 5.000 warga bertahan di pengungsian, 16 Agustus 2026.
- BNPB: Delapan langkah strategis penanganan darurat gempa Flores, 16 Agustus 2026.
- BMKG: Data gempa terkini, diakses 16 Agustus 2026.



















