Pidie Jaya, Aceh – Lembaga kemanusiaan Civil Defence Auxiliary (CDA) melalui Persatuan Peguam-Peguam Muslim Malaysia (PPMM) menyalurkan bantuan kemanusiaan bagi masyarakat terdampak banjir di Aceh. Kegiatan ini berlangsung selama dua hari, 10–11 Januari 2026, dengan pusat kegiatan di Kabupaten Pidie Jaya.
Bantuan yang disalurkan berupa peralatan pembersihan rumah pascabanjir, di antaranya cangkul, sekop (scrop), kereta sorong, sepatu boot, serta berbagai perlengkapan pendukung lainnya. Bantuan ini dibutuhkan warga untuk membersihkan lumpur dan sisa material banjir, sekaligus mempercepat pemulihan agar rumah dan lingkungan kembali layak huni.
Distribusi bantuan dilakukan di sejumlah gampong yang terdampak langsung. Di Kecamatan Meureudu, bantuan disalurkan ke Gampong Meunasah Lhoek dan Gampong Mesjid Tuha. Sementara di Kecamatan Meurah Dua, distribusi menjangkau Gampong Meunasah Mancang dan Gampong Dayah Husen. Wilayah-wilayah tersebut merupakan titik yang mengalami genangan dan endapan lumpur cukup tebal akibat banjir, sehingga sangat membutuhkan peralatan pembersihan.
Rombongan PPMM–CDA Malaysia tiba di Pidie Jaya dan disambut oleh Wakil Bupati Pidie Jaya, Hasan Basri, S.T., M.M., di Posko Media Center Penanggulangan Bencana Banjir dan Longsor Kabupaten Pidie Jaya. Penyambutan ini mencerminkan dukungan Pemerintah Kabupaten Pidie Jaya terhadap peran lembaga kemanusiaan internasional dalam membantu masyarakat terdampak.
Dalam kegiatan tersebut turut hadir Dato’ Hj Zainul Rijal Abu Bakar serta YAS TPn. (PA) Ghazali bin Abd Rahman, Timbalan Ketua Pesuruhjaya (Operasi) Angkatan Pertahanan Awam Malaysia (APM), bersama jajaran CDA. Rombongan dipimpin langsung oleh Presiden Persatuan Peguam-Peguam Muslim Malaysia (PPMM), Muhamad Hisham Marzuki. Selama penyaluran bantuan, rombongan juga didampingi oleh Direktur YLBH Lamuri Law Center, Deni Setiawan, yang berperan dalam pendampingan serta koordinasi kegiatan di lapangan.
Selain di Pidie Jaya, rombongan PPMM–CDA Malaysia juga melakukan koordinasi dengan Pemerintah Aceh terkait rencana program kemanusiaan lanjutan. Pertemuan tersebut disambut oleh Pelaksana Tugas Kepala Pelaksana Badan Penanggulangan Bencana Aceh (BPBA), Fadmi Ridwan, S.P., M.A., sebagai bagian dari upaya memperkuat sinergi dan kesiapsiagaan penanggulangan bencana di Aceh.
“Atas nama rakyat dan Pemerintah Aceh, kami mengucapkan terima kasih yang tak terhingga atas bantuan yang telah diberikan oleh Civil Defence Auxiliary (CDA) melalui Persatuan Peguam-Peguam Muslim Malaysia (PPMM). Salam hangat dari kami di Aceh untuk rakyat dan Kerajaan Malaysia,” ujar Fadmi Ridwan.
Dalam rangka memperluas jejaring kerja sama, PPMM–CDA Malaysia juga melakukan silaturahmi ke Kantor Basarnas Aceh dan disambut langsung oleh Kepala Basarnas Aceh, Ibnu Harris Al-Hussain, S.Si., M.Si. Pertemuan ini menjadi momentum untuk mempererat hubungan kelembagaan serta membangun komunikasi dan koordinasi dalam mendukung operasi kemanusiaan dan penanggulangan bencana di Aceh.
Pemerintah daerah menyampaikan apresiasi atas kepedulian dan kontribusi lembaga kemanusiaan dari Malaysia. Bantuan peralatan kebersihan dan sepatu boot dinilai sangat relevan dengan kebutuhan lapangan, mengingat banyak rumah warga masih tertutup lumpur dan sisa material banjir.
Melalui kegiatan ini, CDA–Persatuan Peguam-Peguam Muslim Malaysia menegaskan komitmennya untuk terus terlibat dalam misi-misi kemanusiaan dan memperkuat solidaritas lintas negara dalam membantu masyarakat terdampak bencana alam.
“Insya Allah kami akan terus berusaha membantu saudara-saudara kami yang menjadi mangsa banjir di Aceh, sejauh kemampuan yang kami miliki,” ujar Muhamad Hisham Marzuki





























