Dalam seri tutorial ini, kita akan mengeksplorasi peretasan satelit (satellite hacking) dari berbagai pendekatan. Satelit telah menjadi teknologi yang ada di mana-mana dan sangat penting dalam kehidupan sehari-hari kita. Mereka menyediakan akses internet, sinyal televisi dan radio, layanan lokasi (GPS), layanan telepon satelit, dan tentu saja, citra satelit yang diperlukan untuk keperluan domestik maupun militer.
Jika perangkat teknologi utama ini rentan terhadap peretasan, sebagian besar komunikasi sehari-hari kita dapat terhambat atau rusak. Lebih jauh lagi, satelit-satelit ini memainkan peran kunci dalam kemampuan dan strategi militer, seperti yang terlihat pada kasus jamming (pengacauan sinyal) dan spoofing (pemalsuan sinyal) GPS yang dilakukan Rusia baru-baru ini dalam perang Ukraina/Rusia.
Seperti halnya banyak elemen dalam Internet of Things (IoT), sebagian besar keamanan satelit selama ini hanya mengandalkan prinsip “security through obscurity” (keamanan yang mengandalkan ketidakjelasan/kerahasiaan sistem). Kami berniat untuk mengubah hal tersebut!
Sebelum kita memulai seri ini, kita perlu membahas beberapa dasar dan persyaratan perangkat keras jika Anda ingin menekuni bidang keamanan siber yang mutakhir ini.
Frekuensi Komunikasi Satelit
Satelit berkomunikasi pada frekuensi mulai dari 1 hingga 30 GHz. Rentang frekuensi atau band (pita) ini ditandai dengan huruf. Pita-pita ini diurutkan dari frekuensi terendah hingga tertinggi, yaitu: L, S, C, X, Ku, K, Ka, dan V-band.
1. Antena L-Band
Komunikasi satelit L-Band berada di antara 1.525 GHz dan 1.66 GHz. L-Band mencakup sistem komunikasi satelit seperti GPS, Inmarsat, dan Iridium.
Untuk kinerja terbaik, Anda memerlukan antena yang dioptimalkan untuk komunikasi L-band (antara 1.525 Ghz dan 1.660 Ghz). Saya membeli antena flat-panel L-Band yang tidak terlalu mahal seharga $60 (sekitar Rp 900 ribuan) dan kinerjanya lebih dari memadai. Antena semacam ini tersedia di Amazon, rtl-sdr.com, dan banyak toko elektronik lainnya.
2. Penerima SDR (SDR Receiver)
Ada banyak penerima SDR (Software Defined Radio) di pasaran. Mungkin yang paling populer adalah RTL-SDR karena harganya yang murah (sekitar $35 atau Rp 500 ribuan). Karena RTL-SDR dapat menerima frekuensi dari 500khz hingga 1.75Ghz, perangkat ini akan bekerja dengan baik untuk menyadap komunikasi satelit L-Band, tetapi tidak akan memadai untuk komunikasi frekuensi yang lebih tinggi.
Perangkat lain seperti HackRF One dan LimeSDR Mini mampu mentransmisikan (mengirim) dan menerima sinyal dalam rentang 1Mhz hingga 6GHz. Jika Anda mampu membeli perangkat yang lebih mahal ini ($300-$600), saya sarankan Anda memilikinya sebagai gantinya.

3. Dragon OS
Saya telah menggunakan beberapa sistem operasi untuk SDR dan peretasan satelit, dan harus saya katakan bahwa DragonOS adalah yang terbaik!
OS ini memiliki sejumlah besar alat (tools) yang sudah terpasang dan terkonfigurasi, sehingga menghemat waktu kerja Anda selama berjam-jam. Alat-alat ini mencakup beberapa perangkat lunak peretasan satelit yang akan kita gunakan di sini (kita juga akan menginstal yang lain).
Dalam seri ini dan kelas-kelas mendatang, kita akan menggunakan DragonOS secara eksklusif. Untuk informasi lebih lanjut tentang DragonOS, Anda bisa mencarinya secara daring.

Kesimpulan
Setelah Anda memiliki setiap elemen di atas, Anda siap untuk memulai petualangan kita ke dalam Satellite Hacking! Nantikan kelanjutan seri ini dalam beberapa minggu dan bulan mendatang.































