KUTARAJAPOST – Anggota Komisi IV DPR RI, TA Khalid, menyaksikan penandatanganan kerja sama pengelolaan bersama kawasan Tugu Kilometer Nol Indonesia di Sabang.
Kerja sama tersebut melibatkan Badan Pengusahaan Kawasan Perdagangan Bebas dan Pelabuhan Bebas Sabang (BPKS), Pemerintah Kota Sabang, dan Balai Konservasi Sumber Daya Alam (BKSDA). Kesepakatan itu menjadi langkah awal penguatan pengelolaan kawasan wisata yang selama ini menjadi ikon ujung barat Indonesia.
Dalam keterangannya, TA Khalid mengatakan kawasan KM Nol tidak hanya menjadi penanda geografis Indonesia. Kawasan itu juga memiliki nilai sejarah, simbol persatuan nasional, sekaligus potensi ekonomi bagi masyarakat Sabang.
Menurut dia, kawasan tersebut merepresentasikan bentang Indonesia dari Sabang sampai Merauke. Karena itu, pengelolaannya harus dilakukan bersama dan tetap memperhatikan kelestarian lingkungan.
“Kolaborasi antara BPKS, Pemerintah Kota Sabang, dan BKSDA menjadi kunci agar kawasan TWA Tugu KM Nol dapat berkembang sebagai destinasi wisata unggulan yang tetap menjaga keseimbangan ekologis,” ujar TA Khalid usai penandatanganan kerja sama.
Ia menjelaskan, pengembangan kawasan KM Nol juga sudah masuk dalam Rencana Strategis BPKS 2025–2029. Kawasan itu menjadi salah satu prioritas pengembangan sektor pariwisata dan ekonomi di Sabang.
Rencana pengembangan nantinya dilakukan melalui berbagai skema bisnis dan pemanfaatan aset pemerintah secara produktif. Langkah tersebut diharapkan bisa meningkatkan penerimaan negara, membuka peluang investasi, serta menciptakan lapangan kerja baru bagi masyarakat sekitar.
Aktivitas usaha masyarakat di kawasan wisata juga diperkirakan ikut tumbuh seiring meningkatnya kunjungan wisatawan ke Sabang.
Menurut TA Khalid, pengembangan kawasan wisata harus berjalan seimbang antara kepentingan ekonomi dan perlindungan lingkungan. Kawasan konservasi, kata dia, tetap harus dijaga agar tidak rusak akibat pembangunan yang tidak terkontrol.
Ia menilai kerja sama lintas lembaga menjadi bagian penting untuk memperkuat tata kelola kawasan wisata secara lebih tertib dan berkelanjutan.
“Kerja sama ini diharapkan memberi manfaat luas bagi masyarakat dan menjadi bagian dari upaya memajukan Kota Sabang serta Indonesia,” kata dia.
Kegiatan tersebut turut dihadiri perwakilan Pemerintah Aceh, yakni Kepala Dinas Lingkungan Hidup dan Kehutanan Aceh, Hanan.
TA Khalid juga didampingi Kepala Perwakilan YARA Kota Banda Aceh dan Sabang, H Yuni Eko Hariyatna atau yang dikenal dengan sapaan Dato’ Haji Embonk.[]

























