
Jakarta, kutarajapost.com – Pemerintahan Presiden AS Donald Trump belakangan bersikap lunak terhadap China. Hal ini tampak dari keputusan untuk mengizinkan ekspor chip AI canggih H200 buatan Nvidia ke China, hingga penanggungan tindakan keamanan yang menargetkan perusahaan-perusahaan China di AS.
Ternyata AS memiliki kepentingan dengan China, yakni terkait logam tanah jarang (LTJ). Pemasok untuk perusahaan luar angkasa dan semikonduktor AS dilaporkan menghadapi kelangkaan LTJ yang signifikan.
Bahkan, dua pemasok sampai harus menolak permintaan klien, kata para pelaku industri, beberapa minggu sebelum Trump diperkirakan akan bertemu Presiden China Xi Jinping di Beijing.
Kelangkaan tersebut berpusat pada unsur tanah jarang seperti yttrium dan scandium, anggota khusus dari keluarga 17 unsur, yang memainkan peran kecil namun vital dalam teknologi pertahanan, kedirgantaraan, dan semikonduktor.



























