Banda Aceh — Persoalan pengangguran di Aceh dinilai membutuhkan langkah yang lebih nyata daripada sekadar menunggu pertumbuhan ekonomi. Pemerintah didorong memastikan investasi dan pertumbuhan yang terjadi benar-benar membuka pekerjaan bagi masyarakat, terutama pemuda dan pencari kerja.
Sekretaris Yayasan Pelangi Kesejahteraan Masyarakat (YPKM) Aceh, Syahrul Razi, mengatakan penanganan pengangguran harus memperhatikan keterhubungan antara lapangan kerja, keterampilan tenaga kerja, serta pendidikan yang sesuai dengan kebutuhan industri.
Menurut data Badan Pusat Statistik yang dikutip Dialeksis.com, Tingkat Pengangguran Terbuka Aceh pada Mei 2026 tercatat 5,89 persen. Angka tersebut setara dengan sekitar 157,48 ribu penganggur dari 2,67 juta orang dalam angkatan kerja.
Syahrul menilai angka itu memperlihatkan masih banyak warga Aceh yang belum memperoleh kesempatan mendapatkan penghasilan dan pekerjaan layak. Karena itu, kebijakan penyerapan tenaga kerja perlu diarahkan pada program yang terukur dan langsung menyentuh pencari kerja.
Pemerintah, lanjutnya, tidak cukup hanya mendorong masuknya investasi. Setiap investasi juga perlu dipastikan membuka ruang bagi tenaga kerja lokal dan disertai peningkatan kemampuan agar masyarakat Aceh mampu memenuhi kualifikasi yang dibutuhkan.
Pelatihan kerja, pendidikan vokasi, sertifikasi kompetensi, serta penguatan kewirausahaan dinilai perlu diperluas. Bekal tersebut penting agar pencari kerja tidak hanya mengandalkan ijazah ketika berhadapan dengan perubahan pasar kerja.
Data yang sama menunjukkan 62,12 persen pekerja di Aceh berada pada sektor informal, sedangkan pekerja formal berjumlah 37,88 persen. Struktur ini memperlihatkan besarnya kebutuhan untuk memperkuat perlindungan pekerja sekaligus membantu usaha kecil naik kelas.
YPKM juga mendorong pengembangan ekonomi kreatif, UMKM, dan usaha berbasis potensi lokal. Akses permodalan, pendampingan bisnis, pemasaran digital, dan koneksi ke pasar perlu diperkuat agar usaha masyarakat dapat tumbuh serta menciptakan pekerjaan baru.
Penanganan pengangguran membutuhkan kerja bersama pemerintah, dunia usaha, lembaga pendidikan, organisasi masyarakat sipil, dan komunitas pemuda. Dengan pendekatan yang terpadu, pertumbuhan ekonomi diharapkan tidak berhenti pada angka, tetapi menghasilkan kesempatan kerja yang lebih merata dan bermartabat.
Sumber informasi dan foto: Dialeksis.com. Foto oleh Naufal Habibi/Dialeksis.



















