JINAN — Konferensi Masyarakat Sipil Asia-Pasifik dibuka di Jinan, Provinsi Shandong, China, pada 2 September dengan tema “Menghidupkan Kembali Semangat Awal Kerja Sama, Menghimpun Kekuatan Masyarakat, dan Bersama-sama Membangun Komunitas Asia-Pasifik”.
Konferensi ini diselenggarakan bersama oleh Chinese NGO Network for International Exchanges (CNIE) dan Pemerintah Provinsi Shandong. Wakil Ketua Komite Tetap Kongres Rakyat Nasional sekaligus Ketua CNIE, Xiao Jie; Menteri Departemen Internasional Komite Sentral Partai Komunis China, Liu Haixing; serta Sekretaris Komite Partai Provinsi Shandong sekaligus Ketua Komite Tetap Kongres Rakyat Provinsi Shandong, Lin Wu, menghadiri acara dan menyampaikan pidato.
Lebih dari 300 peserta hadir langsung. Mereka mencakup pejabat, pakar, akademisi, dan perwakilan dunia usaha dari 36 negara; pimpinan badan-badan Perserikatan Bangsa-Bangsa, organisasi internasional, dan organisasi nonpemerintah; serta perwakilan instansi terkait di China. Di antara delegasi internasional yang disebutkan ialah Wakil Ketua Parlemen Thailand sekaligus Presiden Senat, Mongkol Surasajja; Wakil Ketua Parlemen Vanuatu, Philip Paulo; Wakil Ketua Ketiga Kongres Deputi Spanyol, Esther Gil; serta Ketua Pertemuan Pejabat Senior APEC 2026, Chen Xu.
Seruan Memperkuat Fondasi Dukungan Publik
Xiao Jie mengatakan Presiden China Xi Jinping telah menegaskan bahwa Asia-Pasifik merupakan kawasan tempat negara-negara di wilayah ini hidup dan berkembang, sekaligus salah satu sumber penggerak pertumbuhan ekonomi global. Selama lebih dari tiga dekade, kerja sama regional Asia-Pasifik telah berkembang pesat dan mengakar, dari perumusan cetak biru perdagangan bebas Asia-Pasifik hingga upaya membangun komunitas Asia-Pasifik. Perjalanan itu, menurutnya, telah menciptakan “keajaiban Asia-Pasifik” yang mendapat perhatian dunia.
Di tengah persimpangan sejarah, Xiao menyerukan penguatan fondasi dukungan publik untuk bersama-sama menjaga kemakmuran, stabilitas, perdamaian, dan ketenteraman Asia-Pasifik. Ia juga mendorong peningkatan kesejahteraan masyarakat, keterbukaan dan keterhubungan kawasan, inovasi hijau, kontribusi pemikiran masyarakat sipil, serta peningkatan saling pengertian, inklusivitas, dan pertukaran antarmasyarakat.
Ia menambahkan bahwa pada Maret tahun ini Kongres Rakyat Nasional China telah meninjau dan menyetujui garis besar Rencana Lima Tahun ke-15, yang menetapkan sasaran utama serta tugas pembangunan nasional untuk lima tahun mendatang. China, katanya, akan terus menjalankan pembangunan dengan pintu terbuka, mendorong keterbukaan tingkat tinggi, dan bergerak seiring dengan proses kerja sama kawasan Asia-Pasifik.
“Kami bersedia bekerja bersama masyarakat sipil Asia-Pasifik, tetap berpegang pada semangat awal kerja sama, bersama-sama melaksanakan empat inisiatif global, serta menyumbangkan kearifan dan kekuatan masyarakat untuk melanjutkan keajaiban Asia-Pasifik dan mendorong pembangunan komunitas dengan masa depan bersama bagi umat manusia,” demikian pokok pernyataan Xiao.

Keterbukaan, Inovasi, dan Kerja Sama Praktis
Liu Haixing mengatakan Xi Jinping telah menekankan pentingnya mempertahankan tujuan awal APEC dalam mendorong pertumbuhan ekonomi dan meningkatkan kesejahteraan rakyat. Negara-negara Asia-Pasifik, katanya, perlu berbagi peluang dan meraih hasil yang saling menguntungkan melalui pembangunan terbuka, mendorong globalisasi ekonomi yang inklusif, serta membangun komunitas Asia-Pasifik.
Menurut Liu, perubahan global yang belum pernah terjadi dalam satu abad tengah berlangsung semakin cepat, sementara faktor ketidakstabilan dan ketidakpastian di Asia-Pasifik bertambah. Karena itu, kerja sama Asia-Pasifik yang lebih dinamis dan tangguh dibutuhkan untuk memberi kontribusi bagi stabilitas dan perkembangan ekonomi dunia.
Ia mengusulkan tiga arah utama: mempertahankan karakter keterbukaan dan menjaga pola pembangunan yang saling terhubung; mengaktifkan daya inovasi untuk memperkuat keunggulan pertumbuhan kawasan; serta memperdalam kerja sama praktis guna membangun prinsip pembangunan yang inklusif dan bermanfaat bagi semua.
Departemen Internasional Komite Sentral Partai Komunis China, lanjut Liu, akan terus mendukung CNIE dalam membangun platform pertukaran dan kerja sama. Bersama berbagai kalangan masyarakat sipil Asia-Pasifik, lembaga itu akan memperkuat rasa saling percaya melalui pertukaran antarmasyarakat, mendorong pembangunan melalui kerja sama industri, dan membangun masa depan melalui keterhubungan hati dan pikiran rakyat.

Shandong Ingin Memperluas Hubungan Asia-Pasifik
Lin Wu mengatakan pembangunan komunitas Asia-Pasifik merupakan jalan yang harus ditempuh untuk mencapai pembangunan dan kemakmuran jangka panjang di kawasan. Shandong berada di kawasan pertemuan Inisiatif Sabuk dan Jalan serta di pusat kerja sama ekonomi regional Asia Timur Laut.
Ia menyebut Shandong sangat mementingkan hubungan dengan negara-negara Asia-Pasifik. Jaringan kota bersahabat terus diperluas, ikatan antarmasyarakat diperkuat, dan kerja sama ekonomi serta perdagangan diperdalam, sehingga menghasilkan berbagai capaian di banyak bidang.
Dalam momentum “Tahun China” APEC, Shandong berharap konferensi ini menjadi kesempatan untuk bersama mitra Asia-Pasifik memperkuat fondasi pertukaran masyarakat, membuka jalur kerja sama ekonomi dan perdagangan, membangun jembatan pembelajaran antarperadaban, serta berbagi pengalaman tata kelola.

Delegasi Sampaikan Belasungkawa atas Bencana di Tibet
Para tamu internasional menyampaikan belasungkawa atas korban jiwa akibat bencana longsor di Gyirong, Tibet. Mereka menyatakan Asia-Pasifik merupakan pusat inovasi dan pertumbuhan ekonomi global sekaligus rumah tempat masyarakat di kawasan menggantungkan kehidupan.
Walaupun negara-negara Asia-Pasifik memiliki sejarah, budaya, dan tingkat pembangunan yang berbeda, mereka dinilai memiliki aspirasi bersama untuk membangun lingkungan kawasan yang stabil, makmur, dan inklusif.
Para delegasi menyatakan China telah memainkan peran penting dalam memimpin dan mendorong pembangunan komunitas Asia-Pasifik. Gagasan komunitas dengan masa depan bersama Asia-Pasifik yang dikemukakan Xi Jinping, menurut mereka, telah menghimpun kekuatan persatuan untuk pembangunan kawasan.
Di tengah peluang dan tantangan yang hadir bersamaan, semua pihak didorong untuk tetap berpegang pada semangat awal kerja sama, memperkuat solidaritas dan kolaborasi, serta menghadirkan kerja sama regional yang lebih erat dan efektif agar masyarakat Asia-Pasifik memperoleh manfaat yang nyata.
Masyarakat sipil disebut sebagai unsur penting dalam proses tersebut. Para delegasi menyatakan kesediaan untuk terus mendukung dan berpartisipasi dalam pertukaran antarmasyarakat di Asia-Pasifik, membantu menghasilkan lebih banyak capaian kerja sama selama “Tahun China” APEC, memperkuat landasan opini publik, serta menambah energi masyarakat bagi pembangunan komunitas Asia-Pasifik.

Pengalaman Masyarakat Sipil dan Rencana Aksi
Dalam sesi berbagi praktik masyarakat sipil, perwakilan dari Kamboja, Malaysia, Vietnam, Papua Nugini, dan Amerika Serikat menyampaikan kisah keterlibatan mereka dengan China serta pengalaman berpartisipasi dalam pertukaran dan kerja sama antarmasyarakat China dengan negara-negara lain. Sesi itu mengangkat tema “Keterbukaan, Inovasi, dan Kerja Sama”.
Pada upacara pembukaan juga diluncurkan Rencana Aksi Kemitraan Masyarakat Sipil Asia-Pasifik.

Sejumlah pejabat Provinsi Shandong menghadiri konferensi tersebut, termasuk Wakil Sekretaris Komite Partai Provinsi sekaligus Gubernur Shandong, Zhou Naixiang; Ketua Konferensi Konsultatif Politik Rakyat China Provinsi Shandong, Ge Huijun; anggota Komite Tetap Partai Provinsi sekaligus Sekretaris Jenderal, Shan Yi; Wakil Ketua Komite Tetap Kongres Rakyat Provinsi sekaligus Sekretaris Kelompok Partai, Xu Hairong; dan Wakil Gubernur Sun Ximin. Wakil Menteri Departemen Internasional Komite Sentral Partai Komunis China, Lu Kang, memimpin upacara pembukaan.


Diterjemahkan secara lengkap ke bahasa Indonesia dari artikel “亚太民间社会会议开幕” yang diterbitkan akun WeChat 中促会民间交流, dengan naskah oleh 中联部新闻办, 3 September 2026. Penyuntingan terbatas dilakukan untuk kelancaran bahasa Indonesia tanpa mengubah substansi.
Sumber: WeChat — 中促会民间交流























