KUTARAJAPOST — Coca-Cola telah berhasil merevitalisasi kampanye ikonik ‘Share a Coke’ untuk generasi Gen Z, menghasilkan 496.000 pengguna baru yang mendaftar untuk menyesuaikan dan memesan kaleng secara online.
Kampanye ini, yang pertama kali diluncurkan di Australia pada 2011, awalnya difokuskan pada pencantuman nama di kaleng. Kini, pada 2025, Coca-Cola bekerja sama dengan Ogilvy untuk menghadirkan kembali kampanye tersebut di kawasan ASEAN dan Pasifik Selatan dengan sentuhan yang lebih relevan bagi Gen Z.
Dari Individual ke Kolektif
“Untuk kampanye 2025, kami mempertahankan esensi emosional dari Share a Coke 2011 — koneksi mendalam ketika seseorang melihat nama mereka atau nama orang terkasih pada kemasan. Tapi kami mengembangkannya agar lebih relevan untuk Gen Z,” ujar Tanya Cinco, direktur konten Coca-Cola TM, ASEAN dan Pasifik Selatan.
Perbedaan utama: kampanye baru ini menyoroti persahabatan dan menempatkan kolektif di atas individual, menjawab keinginan Gen Z untuk koneksi autentik di dunia yang serba digital.
Hyper-Lokalisasi dengan 5.000+ Nama
Yang membuat kampanye ini istimewa adalah hyper-lokalisasi. Share a Coke 2025 memperluas nama menjadi lebih dari 5.000 opsi yang relevan secara lokal dan budaya, termasuk:
- Nama panggilan Gen Z
- Istilah sayang
- Bahasa gaul lokal
“Di Malaysia, Anda bisa menemukan nama seperti ‘Abang Sado’ yang berarti pria berotot, atau ‘Geng Da Lulu’ yang merujuk pada sekelompok teman yang delusional,” jelas Nikhil Panjwani, executive creative director Ogilvy di WPP Open X.
Integrasi Online-Offline
Kampanye ini menggabungkan pengalaman online dan offline dengan cara yang cerdas:
- Pop-up hubs di lokasi favorit Gen Z untuk personalisasi langsung
- Platform online untuk memvisualisasikan dan mencetak label kustom, bahkan untuk nama dengan ejaan unik
- Photo booths Instagrammable untuk berbagi di media sosial
- Kolaborasi KOL seperti girl group Filipina Beanie
“Kami menawarkan modul di mana mereka bisa mempersonalisasi item dan mencetak nama sendiri, dan kami juga menyediakan photo booth karena Gen Z ingin semuanya Instagrammable,” tambah Cinco.
Hasil Impresif
Kampanye ini menghasilkan:
- 496.000 pengguna mendaftar di website untuk menyesuaikan dan memesan kaleng
- 99% sentimen positif di Meta di seluruh ASEAN dan Pasifik Selatan
- 150 juta+ botol personalisasi terjual secara global sejak kampanye pertama
- 25 juta pengikut Facebook baru
Pelajaran Kunci
“Salah satu pembelajaran utama adalah relevansi budaya dan kredibilitas diperkuat dengan menggunakan suara yang tepat untuk mempromosikan Share a Coke,” kata Cinco. “Di situlah KOL berperan, seperti Beanie, girl group delapan anggota di Filipina yang merupakan teman nyata dalam kehidupan nyata.”
Kampanye ini membuktikan bahwa personalisasi dan ikatan dunia nyata tetap penting di era budaya digital-first.
Coca-Cola berhasil menunjukkan bagaimana merek legacy bisa beradaptasi untuk generasi baru dengan memahami nilai-nilai mereka — koneksi autentik, lokalitas, dan pengalaman yang bisa dibagikan. (*/KP/Sumber: Campaign Asia)




























