
KutarajaPost.com – Universitas Terbuka (UT) Aceh terus memperluas jangkauan pendidikan tinggi bagi kalangan santri melalui kunjungan strategis ke Dinas Pendidikan Dayah Aceh pada Selasa, 31 Maret 2026.
Kunjungan tersebut dihadiri oleh Manager PRU Musliadi, dosen Muhammad Daud, serta staf kerja sama Arin Arja. Rombongan UT Aceh disambut langsung oleh Kepala Bidang Pemberdayaan Santri, Irwan, serta Kepala Seksi Pembinaan Santri, Muhammad.
Dalam pertemuan tersebut, pihak DPDA menyampaikan dukungan penuh terhadap upaya pemberdayaan santri melalui pendidikan tinggi, khususnya dengan sistem pembelajaran fleksibel yang ditawarkan UT. Model kuliah jarak jauh dinilai sangat relevan bagi santri, karena memungkinkan mereka melanjutkan studi tanpa harus meninggalkan lingkungan pesantren.
“Santri tetap bisa fokus mendalami kitab dan ilmu agama, sekaligus meraih gelar sarjana,” ungkap Irwan dalam diskusi tersebut.
Lebih lanjut, DPDA juga memberikan sejumlah rekomendasi strategis, di antaranya mendorong UT Aceh untuk melakukan kunjungan langsung ke pesantren-pesantren, khususnya dayah salafi. Hal ini dinilai penting untuk memperkenalkan lebih dekat sistem pembelajaran UT kepada para santri dan pengelola dayah.
Sebagai bentuk dukungan konkret, DPDA turut menyediakan data akreditasi dayah di seluruh Aceh, mulai dari kategori A+, A, B, hingga C. Data ini diharapkan dapat membantu UT Aceh dalam memetakan lokasi prioritas untuk kegiatan sosialisasi dan pengembangan kerja sama ke depan.
Melalui kolaborasi ini, UT Aceh optimistis dapat membuka akses pendidikan tinggi yang lebih luas dan inklusif bagi santri, sekaligus mendukung peningkatan kualitas sumber daya manusia berbasis keilmuan agama dan akademik di Aceh.






























