ACEH UTARA — Pemerintah Administratif Khusus Hong Kong kembali menunjukkan kepeduliannya terhadap masyarakat Aceh yang terdampak bencana banjir. Melalui Social Workers Across Borders Hong Kong, Rainbow Public Welfare China, dan Peaceland Foundation China, bekerja sama dengan Yayasan Pelangi Kesejahteraan Masyarakat (YPKM), bantuan kemanusiaan disalurkan kepada korban dampak banjir di Kabupaten Aceh Utara, Sabtu, 20 Juni 2026.
Penyaluran bantuan tersebut merupakan bagian dari rangkaian aksi kemanusiaan untuk membantu masyarakat yang masih merasakan dampak bencana banjir di sejumlah wilayah Aceh. Bantuan ini diharapkan dapat meringankan beban warga, terutama keluarga yang terdampak secara langsung dan membutuhkan dukungan dalam proses pemulihan kehidupan sehari-hari.

Ketua YPKM, Saaduddin, yang akrab disapa A’d, menyampaikan bahwa pihaknya menyalurkan sebanyak 1.000 paket bantuan dari Pemerintah Administratif Khusus Hong Kong untuk masyarakat terdampak banjir di beberapa kecamatan di Kabupaten Aceh Utara.
Menurut Saaduddin, penyaluran bantuan tersebut dilakukan secara bertahap dan dipusatkan di beberapa titik agar distribusi dapat berjalan lebih tertib, terarah, dan menjangkau masyarakat yang benar-benar membutuhkan. Proses penyaluran juga dilakukan melalui koordinasi dengan unsur masyarakat di tingkat gampong dan kecamatan.
“Pada tahap ini, YPKM menyalurkan 1.000 paket bantuan untuk beberapa kecamatan yang terdampak banjir di Aceh Utara. Bantuan ini merupakan bentuk kepedulian dari Pemerintah Administratif Khusus Hong Kong bersama lembaga-lembaga kemanusiaan mitra internasional,” ujar Saaduddin.

Ia menjelaskan, untuk Kecamatan Tanah Pasir, penyaluran bantuan dipusatkan di Gampong Ulee Tanoh. Sementara untuk Kecamatan Syamtalira Aron, bantuan disalurkan melalui titik distribusi di Gampong Calong. Adapun untuk Kecamatan Matang Kuli, penyaluran bantuan dipusatkan di Gampong Tanjong Teungku Ali.
Selain tiga titik utama tersebut, bantuan juga disalurkan kepada sejumlah penerima manfaat yang tersebar di beberapa gampong dalam wilayah Kecamatan Baktiya, Baktiya Barat, dan Seunudon. Wilayah-wilayah tersebut termasuk dalam daerah yang turut merasakan dampak banjir dan menjadi bagian dari sasaran penyaluran bantuan kemanusiaan.
Saaduddin menambahkan, bantuan yang disalurkan tidak hanya dilihat sebagai dukungan materi, tetapi juga sebagai bentuk solidaritas kemanusiaan lintas negara. Menurutnya, perhatian dari Pemerintah Administratif Khusus Hong Kong dan lembaga-lembaga sosial dari Hong Kong serta China menjadi penyemangat bagi masyarakat terdampak bencana di Aceh Utara.

“Semoga bantuan ini dapat membantu meringankan beban masyarakat, khususnya keluarga korban dampak banjir. Kami juga menyampaikan terima kasih kepada seluruh pihak yang telah mempercayakan YPKM dalam proses penyaluran bantuan ini,” jelasnya.
YPKM menyebutkan, proses pendataan penerima bantuan dilakukan dengan memperhatikan kondisi masyarakat di lapangan. Hal ini penting agar bantuan yang diberikan dapat diterima oleh warga yang benar-benar membutuhkan, terutama masyarakat yang mengalami kesulitan akibat dampak banjir.
Dalam pelaksanaan kegiatan tersebut, YPKM juga melibatkan unsur relawan dan masyarakat setempat untuk membantu kelancaran distribusi. Dukungan dari berbagai pihak dinilai menjadi faktor penting agar proses penyerahan bantuan dapat berjalan tertib, aman, dan tepat sasaran.

Bantuan dari Pemerintah Administratif Khusus Hong Kong ini menjadi bagian dari komitmen kemanusiaan bersama dalam membantu masyarakat Aceh yang terdampak bencana. Kolaborasi antara lembaga internasional dan organisasi lokal seperti YPKM diharapkan dapat terus diperkuat, terutama dalam penanganan sosial, tanggap darurat, dan pemulihan masyarakat pascabencana.
Dengan tersalurnya 1.000 paket bantuan di Aceh Utara, YPKM berharap masyarakat penerima manfaat dapat terbantu dalam memenuhi kebutuhan dasar keluarga. Bantuan tersebut juga diharapkan menjadi wujud nyata kepedulian dan persaudaraan antarbangsa dalam menghadapi dampak bencana kemanusiaan.

YPKM menegaskan akan terus berperan aktif dalam kegiatan sosial dan kemanusiaan, khususnya dalam membantu masyarakat terdampak bencana, kelompok rentan, serta warga yang membutuhkan dukungan langsung di lapangan.




























