Banda Aceh – Pembangunan kembali Jembatan Pantai Dona di Kabupaten Aceh Tenggara terus dipercepat untuk memulihkan akses masyarakat yang sempat terganggu akibat bencana hidrometeorologi. Hingga 1 September 2026, progres konstruksi jembatan rangka baja sepanjang 200 meter tersebut telah mencapai 49 persen dan ditargetkan dapat digunakan masyarakat pada Desember 2026.
Jembatan Pantai Dona merupakan akses penting bagi mobilitas masyarakat antarkecamatan di Aceh Tenggara. Jembatan lama terputus akibat bencana hidrometeorologi pada November 2025 sehingga berdampak terhadap pergerakan warga dan aktivitas ekonomi masyarakat.
Manajer Proyek PT Adhi Karya Asep Sulistiyono mengatakan jembatan baru dirancang lebih tangguh untuk menghadapi risiko banjir dan longsor. Konstruksi dilengkapi soldier pile atau struktur penahan tanah dengan kedalaman mencapai 30 meter serta dirancang mampu menahan beban hingga 25 ton.
Untuk mengejar target penyelesaian, pekerjaan dilaksanakan dalam dua giliran dengan melibatkan sekitar 92 tenaga kerja. Konstruksi juga didukung tiga unit crane, satu alat bor, tiga mobil pengaduk beton, dan satu pompa beton.
“Jumlah pekerja hampir 92 orang dan kami menerapkan dua shift. Untuk peralatan, terdapat tiga unit crane, satu alat bor, tiga mobil molen, dan satu pompa beton,” kata Asep dalam keterangannya, Selasa (1/9/2026).
Menurut Asep, salah satu tantangan teknis dalam pembangunan adalah kondisi tanah berbutir yang rentan mengalami gerusan air. Curah hujan juga berpotensi menyebabkan kenaikan debit sungai secara tiba-tiba sehingga kondisi cuaca dan aliran air terus dipantau selama pekerjaan berlangsung.
“Kalau terjadi hujan, banjir bisa datang secara tiba-tiba. Kondisi ini menjadi salah satu tantangan teknis yang harus kami antisipasi,” ujarnya.
Proyek pembangunan kembali Jembatan Pantai Dona bernilai Rp225 miliar yang bersumber dari Bendahara Umum Negara. Pekerjaan ditargetkan selesai pada akhir Desember 2026. Penambahan tenaga kerja dan peralatan dilakukan untuk menjaga percepatan konstruksi sesuai jadwal. “Kami optimistis Desember jembatan ini sudah bisa digunakan,” kata Asep.
Pembangunan Jembatan Pantai Dona merupakan tindak lanjut arahan Presiden Prabowo Subianto saat meninjau penanganan darurat pascabencana. Pejabat Pembuat Komitmen 3.5 BPJN Aceh Jaya Yuliadi mengatakan panjang jembatan ditambah dari rencana awal 100 meter menjadi 200 meter setelah banjir menyebabkan alur sungai melebar dari sisi hulu.
Perwakilan Satgas Percepatan Rehabilitasi dan Rekonstruksi Pascabencana Sumatera dari Kementerian Dalam Negeri, Imran, mengatakan pembangunan jembatan perlu diikuti dengan penataan kawasan di sekitarnya oleh Pemerintah Kabupaten Aceh Tenggara.
Menurutnya, kolaborasi antara pemerintah pusat dan daerah diperlukan untuk memastikan infrastruktur yang telah dibangun dapat memberikan manfaat optimal bagi masyarakat. Jembatan Pantai Dona merupakan aset pemerintah daerah sehingga penataan kawasan di sekitarnya perlu ditindaklanjuti oleh pemerintah kabupaten.
“BPJN telah membangun jembatannya. Penataan kawasan di sekitarnya perlu ditindaklanjuti pemerintah daerah karena ini merupakan jembatan daerah,” kata Imran.
Dengan percepatan pembangunan dan penguatan struktur, Jembatan Pantai Dona diharapkan kembali menjadi jalur penghubung masyarakat sekaligus mendukung kelancaran mobilitas dan aktivitas ekonomi di Kabupaten Aceh Tenggara. []
Sumber : infopublik.id























