JAKARTA – Ketegangan Amerika Serikat dan Iran kembali melonjak di sekitar Selat Hormuz, jalur sempit yang menjadi nadi perdagangan energi dunia. Washington melanjutkan serangan ke target militer Iran dan kembali memberlakukan blokade terhadap kapal yang menuju atau keluar dari pelabuhan Iran. Teheran membalas dengan ancaman yang lebih luas: jalur ekspor minyak dan gas lain di kawasan bisa ikut ditutup jika tekanan AS tidak dihentikan.
BBC melaporkan, Komando Pusat AS atau CENTCOM menyatakan serangan terbaru dilakukan pada Rabu pagi waktu setempat dengan drone, pesawat tempur, dan unsur angkatan laut. Operasi itu disebut menargetkan kawasan pesisir Iran dan area dekat Selat Hormuz. Presiden AS Donald Trump juga memperingatkan bahwa jembatan dan pembangkit listrik Iran dapat menjadi target berikutnya jika Teheran tidak kembali ke meja perundingan.
Al Jazeera menulis serangan AS berlangsung selama beberapa jam dan berbarengan dengan dimulainya lagi blokade laut terhadap pelabuhan Iran. Media Iran melaporkan ledakan di sejumlah wilayah pesisir selatan, termasuk Bandar Abbas, Qeshm, Hengam, Sirik, dan Bushehr. Kementerian Kesehatan Iran menyebut lebih dari 260 orang terluka dalam serangan terbaru, sementara pejabat pemerintah Iran mengatakan puluhan warga sipil tewas dalam rangkaian serangan AS di bagian selatan negara itu. Klaim korban dari masing-masing pihak belum dapat diverifikasi secara independen secara penuh.
Korps Garda Revolusi Islam Iran atau IRGC menyatakan Selat Hormuz tetap ditutup sampai AS menghentikan apa yang mereka sebut sebagai agresi. IRGC juga memperingatkan kemungkinan penutupan koridor ekspor energi lain yang melayani kepentingan Amerika Serikat dan sekutunya. Pernyataan itu penting karena Hormuz bukan sekadar titik konflik militer. Sebelum perang terbaru ini, sekitar seperlima pengiriman minyak dan gas dunia melewati jalur tersebut setiap hari.
Iran juga mengklaim telah menyerang aset militer AS di Bahrain, Kuwait, dan Yordania sebagai balasan. BBC menyebut sekutu-sekutu AS di kawasan melaporkan telah mencegat drone dan rudal dari Iran. Al Jazeera melaporkan militer Yordania mengatakan pertahanan udaranya menjatuhkan rudal balistik Iran yang masuk ke wilayah udara negara itu, sementara otoritas Kuwait meminta warga mengikuti instruksi keamanan setelah serangan rudal dan drone.
Bagi pasar global, ancaman terhadap jalur energi ini langsung terasa. Al Jazeera melaporkan harga minyak Brent naik ke sekitar 86 dolar AS per barel pada Rabu pagi waktu GMT, dari kisaran mendekati 70 dolar AS sebelum eskalasi terbaru. Kenaikan itu mencerminkan kekhawatiran bahwa gangguan di Teluk dapat memukul pasokan energi, biaya pelayaran, dan rute penerbangan. Negara-negara importir energi, termasuk di Asia, biasanya menjadi pihak yang paling cepat merasakan efeknya melalui harga bahan bakar dan biaya logistik.
Konflik terbaru ini juga memperlihatkan rapuhnya upaya diplomasi. Kurang dari sebulan lalu, Washington dan Teheran disebut menandatangani nota kesepahaman untuk memperpanjang gencatan senjata April dan membuka jalan bagi pembicaraan lanjutan. Namun kedua pihak kembali saling menuduh melanggar kesepakatan. Wakil Menteri Luar Negeri Iran Kazem Gharibabadi bahkan menyatakan nota kesepahaman dengan AS tidak lagi berlaku, menurut laporan Al Jazeera.
AS di sisi lain memperluas tekanan di luar medan militer. Departemen Keuangan AS mengumumkan pembekuan lebih dari 130 juta dolar AS melalui sanksi terhadap sejumlah dompet kripto yang disebut terkait dengan Bank Sentral Iran. Washington juga mengumumkan sanksi baru terhadap jaringan yang dituduh membantu penghindaran sanksi pengiriman minyak Iran.
Situasinya kini bergerak cepat dan berisiko melebar. Blokade pelabuhan Iran dapat menekan ekonomi Teheran, tetapi ancaman Iran terhadap jalur energi kawasan bisa menyeret lebih banyak negara Teluk ke dalam pusaran krisis. Selama jalur diplomasi belum kembali dibuka, Selat Hormuz tetap menjadi titik paling rawan: satu kesalahan perhitungan saja dapat mengubah konflik terbatas menjadi krisis energi global.
Sumber: BBC News, Al Jazeera.


























