Kementerian Kesehatan memastikan dua kasus suspek hantavirus terbaru di Jakarta dan Yogyakarta dinyatakan negatif dan pasien telah sembuh. Meski demikian, perhatian publik terhadap virus ini meningkat setelah muncul wabah di kapal pesiar MV Hondius yang berlayar dari Argentina dan menyebabkan sejumlah korban meninggal.
Menteri Kesehatan Budi Gunadi Sadikin menyatakan pemerintah siap mengantisipasi kemungkinan penyebaran hantavirus, termasuk varian Andes yang saat ini menjadi perhatian internasional. Indonesia disebut telah memiliki panduan skrining, termasuk pemeriksaan cepat dan reagen untuk mesin PCR.
Epidemiolog Masdalina Pane menjelaskan bahwa hantavirus bukan penyakit baru di Indonesia. Dalam beberapa tahun terakhir terdapat ratusan kasus suspek, tetapi hanya sebagian kecil yang terkonfirmasi positif. Data Kementerian Kesehatan mencatat pada periode 2024 hingga 2026 ada 23 kasus positif hantavirus di Indonesia dengan tiga pasien meninggal.
Kasus positif tersebut tersebar di sejumlah provinsi, antara lain Yogyakarta, Jakarta, Jawa Barat, Sulawesi Utara, Nusa Tenggara Timur, Sumatera Barat, Banten, Jawa Timur, dan Kalimantan Barat. Jakarta dan Yogyakarta masing-masing mencatat enam kasus positif, sedangkan Jawa Barat lima kasus.
Hantavirus merupakan virus zoonosis yang secara alami menginfeksi hewan pengerat dan dapat menular ke manusia. Penularan umumnya terjadi melalui paparan air liur, urine, atau kotoran tikus yang mencemari lingkungan. Karena itu, kebersihan rumah dan pengendalian hewan pengerat menjadi langkah pencegahan penting.
Menurut Masdalina, tidak semua jenis hantavirus memiliki tingkat bahaya yang sama. Varian Andes yang banyak ditemukan di kawasan Amerika disebut lebih berisiko karena dapat menular antarmanusia melalui kontak langsung dan memiliki tingkat fatalitas yang tinggi pada kondisi tertentu.
Sementara itu, jenis hantavirus yang umum ditemukan di Asia, Eropa, termasuk Indonesia, biasanya berbeda dengan varian Andes. Meski demikian, infeksi tetap dapat berakibat serius karena dapat menyebabkan demam berdarah dengan sindrom ginjal dan komplikasi kesehatan lainnya.
Pakar kesehatan menilai masyarakat tidak perlu panik, tetapi tetap harus waspada. Langkah yang disarankan antara lain menjaga kebersihan lingkungan, membersihkan sisa makanan, menghindari kontak dengan kotoran tikus, menjaga kesehatan hewan pengerat peliharaan, serta meningkatkan daya tahan tubuh.
Pemerintah juga diminta memperkuat surveilans, terutama terhadap orang yang datang dari wilayah dengan kasus hantavirus atau memiliki gejala yang mengarah pada infeksi. Pemeriksaan laboratorium menjadi penting untuk memastikan diagnosis dan mencegah penyebaran lebih lanjut.
Artikel ini disusun ulang berdasarkan laporan BBC News Indonesia. Sumber: BBC News Indonesia.






















