Bitcoin kembali menjadi perhatian investor setelah bergerak di kisaran USD 73 ribuan, dengan tekanan koreksi dalam beberapa pekan terakhir. Berdasarkan data pasar yang dicek melalui CoinGecko, harga Bitcoin berada di sekitar USD 73.629 dengan perubahan harian tipis di area negatif. Dalam 30 hari terakhir, harga sempat berada di kisaran USD 78.000-82.000 sebelum melemah ke area USD 73.000.
Pergerakan itu membuat prediksi enam bulan ke depan terbelah. Sejumlah sumber pasar seperti CoinGecko, Yahoo Finance UK, Phemex, Forbes/JPMorgan, dan laporan media Indonesia mencatat rentang proyeksi yang sangat lebar, mulai dari skenario koreksi ke USD 50.000-60.000 hingga skenario bullish menuju USD 100.000-125.000.
Prediksi utama: Bitcoin berpeluang bergerak di USD 70.000-100.000
Dalam skenario dasar, Bitcoin diperkirakan masih bergerak volatil di rentang USD 70.000-100.000 selama enam bulan ke depan. Area USD 70.000 menjadi level penting karena berdekatan dengan support psikologis. Jika level ini bertahan, pasar masih punya ruang untuk menguji kembali area USD 80.000-85.000 sebelum mencoba naik ke USD 100.000.
Namun, kenaikan menuju USD 100.000 membutuhkan katalis kuat. Arus masuk ETF Bitcoin spot harus kembali stabil, sentimen aset berisiko perlu membaik, dan pasar harus melihat tanda yang lebih jelas dari kebijakan suku bunga Amerika Serikat.
Skenario bullish: USD 100.000-125.000 masih mungkin
Beberapa analis yang dikutip dalam berbagai laporan melihat peluang Bitcoin mencetak reli baru jika likuiditas global membaik. Phemex menyoroti pandangan bahwa fase kenaikan Bitcoin berikutnya masih bisa terjadi, sementara Yahoo Finance UK membahas kemungkinan Bitcoin menuju area USD 125.000 dalam skenario positif.
Skenario bullish ini paling mungkin terjadi apabila investor institusional kembali agresif masuk melalui ETF, dolar AS melemah, dan pasar membaca kebijakan The Fed sebagai lebih ramah terhadap aset berisiko. Jika kombinasi itu terjadi, target USD 100.000 bisa menjadi target psikologis pertama sebelum pasar menguji area lebih tinggi.
Skenario bearish: koreksi ke USD 60.000 belum tertutup
Di sisi lain, risiko penurunan belum bisa diabaikan. CoinGecko mencatat rentang prediksi analis untuk 2026 sangat lebar, termasuk kemungkinan turun ke area USD 60.000. Yahoo Finance UK juga menyoroti perdebatan apakah Bitcoin bisa jatuh ke USD 50.000 atau justru naik ke USD 125.000.
Tekanan bearish dapat muncul jika arus ETF melemah, The Fed mempertahankan sikap ketat lebih lama, atau konflik geopolitik seperti ketegangan Iran-AS mendorong investor keluar dari aset berisiko. Dalam kondisi tersebut, Bitcoin bisa menguji USD 65.000 dan bahkan membuka jalan ke USD 60.000.
Faktor yang paling menentukan
Ada empat faktor utama yang perlu dipantau dalam enam bulan ke depan. Pertama, arus dana ETF Bitcoin spot karena ini menjadi kanal penting bagi investor institusional. Kedua, kebijakan The Fed dan arah dolar AS. Ketiga, regulasi kripto di Amerika Serikat. Keempat, kondisi geopolitik yang bisa mengubah selera risiko pasar global.
Jika empat faktor tersebut bergerak positif, Bitcoin punya peluang kembali menembus USD 100.000. Sebaliknya, jika tekanan makro dan geopolitik meningkat, skenario koreksi ke USD 60.000-65.000 menjadi lebih realistis.
Kesimpulan: prediksi paling masuk akal untuk enam bulan ke depan adalah Bitcoin bergerak volatile di area USD 70.000-100.000. Target USD 100.000 masih terbuka, tetapi belum menjadi skenario pasti. Investor tetap perlu memperhatikan risiko koreksi karena pasar kripto sangat sensitif terhadap likuiditas, regulasi, dan sentimen global.
Sumber berita dan data: CoinGecko, Yahoo Finance UK, Phemex, Forbes/JPMorgan, MetroTVNews, dan data harga pasar Bitcoin yang dicek pada 31 Mei 2026.
Catatan redaksi: Artikel ini adalah analisis berita, bukan rekomendasi investasi. Featured image menggunakan foto asli berlisensi/arsip publik dari Wikimedia Commons, bukan gambar hasil generated AI.




























