Jakarta – Pertemuan menteri luar negeri BRICS di New Delhi gagal menghasilkan pernyataan bersama setelah anggota berbeda pandangan terkait konflik Iran.
Kegagalan tersebut menjadi perhatian karena BRICS sedang berupaya memperkuat pengaruh ekonomi negara-negara berkembang dalam tata kelola global.
Perluasan anggota membuat BRICS memiliki bobot ekonomi dan politik lebih besar. Namun, keragaman kepentingan juga membuat konsensus semakin sulit, terutama pada isu geopolitik yang menyentuh energi dan keamanan kawasan.
Iran mendorong negara anggota mengecam Amerika Serikat dan Israel. Di sisi lain, sejumlah anggota memiliki hubungan ekonomi dan keamanan yang kompleks dengan negara-negara Teluk maupun Barat.
Perpecahan sikap ini dapat memengaruhi citra BRICS sebagai penyeimbang kekuatan ekonomi global. Tanpa posisi bersama, kemampuan blok tersebut dalam memengaruhi agenda internasional menjadi terbatas.
Meski demikian, BRICS tetap menjadi forum penting karena mewakili pasar besar, sumber daya strategis, dan aspirasi negara-negara Global Selatan.
Artikel ini disusun ulang dari perkembangan ekonomi global yang dilaporkan media internasional dan lembaga ekonomi terkait.
































