WASHINGTON, 24 April 2026 (kutarajapost) – Sebuah skandal besar mengguncang dunia intelijen dan militer Amerika Serikat. Seorang anggota Pasukan Khusus Angkatan Darat AS yang terlibat langsung dalam operasi penangkapan Presiden Venezuela, Nicolas Maduro, resmi ditangkap dan didakwa.
Prajurit yang bernama Sersan Mayor Gannon Ken Van Dyke (38 tahun) ini dituduh melakukan kejahatan luar biasa: menggunakan informasi rahasia negara untuk melakukan taruhan besar-besaran sebelum operasi berlangsung.
Rincian Kejahatan
Menurut surat dakwaan dari Departemen Kehakiman AS, Van Dyke diketahui membuka akun di platform prediksi pasar bernama Polymarket.
Ia menempatkan total 13 kali taruhan antara tanggal 27 Desember hingga 2 Januari, dengan memanfaatkan data rahasia bahwa operasi penangkapan Maduro akan segera berjalan. Taruhan tersebut ternyata berhasil dan membuatnya meraup keuntungan bersih lebih dari $400.000 USD atau setara dengan Rp 6,4 Miliar.
Tuduhan Berat
Prajurit ini kini menghadapi berbagai tuntutan hukum serius, antara lain:
– Penipuan (Fraud)
– Pencurian informasi pemerintah
– Penggunaan data intelijen rahasia untuk keuntungan pribadi
Kasus ini sangat memalukan karena membuktikan adanya kebocoran keamanan tingkat tinggi di mana personel yang dipercaya menjaga rahasia negara justru menyalahgunakannya untuk bisnis perjudian.
Sumber: Royanews English, Departemen Kehakiman AS, dan Laporan Media Internasional.































