Jakarta – Presiden Amerika Serikat Donald Trump menyebut China akan membeli 200 pesawat Boeing, namun angka tersebut dinilai lebih rendah dibanding ekspektasi sebelumnya.
Pernyataan itu muncul di tengah pembicaraan dagang antara Washington dan Beijing. Sektor penerbangan kerap menjadi bagian penting dalam diplomasi ekonomi kedua negara karena melibatkan nilai kontrak besar dan ribuan lapangan kerja.
Meski demikian, belum ada pernyataan resmi dari pemerintah China maupun Boeing yang mengonfirmasi kesepakatan tersebut. Kondisi ini membuat pasar menunggu kejelasan lebih lanjut.
Boeing selama ini menjadikan China sebagai salah satu pasar penting untuk pesawat komersial. Namun, ketegangan politik dan dagang dapat memengaruhi ritme pemesanan, pengiriman, dan kerja sama industri.
Jika pembelian benar terealisasi, kontrak tersebut dapat memberi dorongan bagi industri penerbangan Amerika Serikat. Namun, analis menilai angka 200 pesawat belum cukup untuk disebut sebagai terobosan besar dalam hubungan dagang.
Perkembangan ini memperlihatkan bahwa kesepakatan bisnis besar masih sangat dipengaruhi dinamika geopolitik antara dua negara ekonomi utama dunia.
Artikel ini disusun ulang dari perkembangan ekonomi global yang dilaporkan media internasional dan lembaga ekonomi terkait.
































