Mantan anggota dewan OpenAI, Shivon Zilis, mengungkapkan dalam persidangan federal di Oakland, California, bahwa hubungan personalnya dengan Elon Musk berkembang hingga ia memiliki empat anak dari pendiri Tesla dan xAI tersebut.
Kesaksian Zilis disampaikan dalam perkara gugatan Musk terhadap OpenAI, yang berupaya membatalkan perubahan struktur perusahaan itu menjadi entitas berorientasi laba. Dalam sidang tersebut, fokus utama kesaksian Zilis adalah keterlibatannya dalam diskusi awal mengenai arah bisnis OpenAI.
Zilis mengatakan Musk pada 2020 menawarkan donor sperma kepadanya. Ia menjelaskan bahwa pada masa itu Musk mendorong orang-orang di sekitarnya untuk memiliki anak dan mengetahui bahwa Zilis juga masih ingin menjadi seorang ibu.
“Saya masih sangat ingin menjadi ibu dan Elon membuat tawaran pada waktu itu, lalu saya menerimanya,” kata Zilis dalam kesaksiannya, sebagaimana dilaporkan BBC.
Zilis dikenal sebagai figur di dunia teknologi dan modal ventura Silicon Valley. Ia pernah memegang posisi eksekutif di Tesla serta Neuralink, dan bergabung sebagai penasihat OpenAI pada 2016, tidak lama setelah perusahaan kecerdasan buatan itu didirikan.
Perannya di berbagai perusahaan yang terkait Musk serta posisinya sebagai direktur OpenAI pada periode 2020 hingga 2023 membuat Zilis menjadi salah satu saksi penting dalam perkara tersebut. Pengacara OpenAI sebelumnya menyoroti kemungkinan adanya aliran informasi dari OpenAI kepada Musk setelah ia keluar dari perusahaan pada 2018.
Zilis menyebut dirinya tidak sedang menjalin hubungan romantis dengan Musk pada 2020 ketika tawaran tersebut muncul. Ia juga menjelaskan bahwa awalnya mereka sepakat menjaga identitas ayah dari anak-anaknya sebagai informasi yang sangat rahasia.
Menurut Zilis, saat ini Musk berperan aktif dalam kehidupan empat anak mereka dan menghabiskan beberapa jam setiap pekan bersama sebagai keluarga. Ia juga mengaku baru memberi tahu CEO OpenAI Sam Altman mengenai ayah dari anak kembarnya setelah mengetahui laporan media soal hal itu akan segera terbit.
Di luar aspek personal, sidang juga mengungkap sejumlah komunikasi internal mengenai perubahan struktur OpenAI. Sejak 2017, perubahan dari organisasi nirlaba murni dianggap diperlukan agar OpenAI dapat tumbuh dan memperoleh pendanaan besar dari investor.
Dokumen yang ditampilkan di pengadilan menunjukkan Musk pernah menginginkan kontrol lebih besar atas OpenAI, termasuk melalui kursi dewan tambahan, bahkan sempat mengusulkan agar OpenAI menjadi bagian dari Tesla. Namun, para pendiri OpenAI lainnya disebut tidak mencapai kesepakatan dengan Musk karena menolak memberi kendali atas pekerjaan OpenAI kepadanya.
Artikel ini disusun ulang dan diterjemahkan ke bahasa Indonesia berdasarkan laporan BBC. Sumber: BBC.




























