KUTARAJAPOST – Ketua Yayasan Pelangi Kesejahteraan Masyarakat, Sa’aduddin atau yang akrab disapa Apa At, mengantarkan langsung bantuan kemanusiaan ke Gampong Dayah Husen, Kecamatan Meurah Dua, Kabupaten Pidie Jaya, pada Minggu (19/04/2026).
Bantuan tersebut merupakan bagian dari total 9.500 paket bantuan kemanusiaan yang berasal dari relawan internasional dari China dan Hong Kong. Bantuan ini sebelumnya telah diserahkan secara simbolis kepada Gubernur Aceh, Muzakir Manaf (Mualem), pada Sabtu, Tanggal 19 April 2026.
Adapun bantuan tersebut diserahkan oleh perwakilan relawan internasional, yakni Candy Zhou (Director Social Workers Across Borders, Hong Kong), Zhang Yupu (Chairman Rainbow Public Welfare, Tiongkok), Xu Jingxia (Director Peaceland Foundation, Tiongkok), serta Sa’aduddin (Ketua Yayasan Pelangi Kesejahteraan Masyarakat/YPKM).
Bantuan tersebut turut diterima oleh Abiya Meureudu selaku Teungku Imum, sebagai bentuk dukungan dan keterlibatan unsur tokoh agama dalam penyaluran bantuan kemanusiaan ini.
Dalam keterangannya, Sa’aduddin menyampaikan bahwa penyaluran bantuan ini merupakan bentuk kepedulian global terhadap masyarakat Aceh, khususnya warga yang membutuhkan di wilayah Pidie Jaya.
“Bantuan ini adalah amanah dari relawan internasional yang mempercayakan kepada kami untuk disalurkan kepada masyarakat yang benar-benar membutuhkan. Kami berharap ini dapat meringankan beban warga di Gampong Dayah Husen,” ujar Sa’aduddin.
Ia juga menambahkan bahwa proses distribusi dilakukan secara langsung guna memastikan bantuan tepat sasaran dan diterima oleh masyarakat yang berhak. Kegiatan ini turut melibatkan unsur relawan lokal serta aparatur gampong setempat.
Sementara itu, Geuchik Gampong Dayah Husen, Zulbahri, menyampaikan apresiasi dan rasa terima kasih atas bantuan yang diberikan.
“Kami sangat berterima kasih kepada Yayasan Pelangi Kesejahteraan Masyarakat serta para relawan internasional dari China, Hong Kong, dan Malaysia. Bantuan ini sangat berarti bagi masyarakat kami, terutama dalam kondisi ekonomi yang masih cukup sulit,” ujar Zulbahri.
Ia juga berharap program bantuan seperti ini dapat terus berlanjut dan menjangkau lebih banyak masyarakat yang membutuhkan di wilayahnya.
Program bantuan ini menjadi salah satu bukti nyata kolaborasi antara relawan internasional dan lembaga lokal dalam mendorong solidaritas kemanusiaan lintas negara. Pemerintah Aceh juga diharapkan terus mendukung inisiatif serupa guna memperkuat jaringan bantuan sosial di masa mendatang.






























