KUTARAJAPOST – Koordinator Aliansi Rakyat Aceh (ARAH), Ariza, secara tegas membela sikap Ketua Tim Anggaran Pemerintah Aceh (TAPA) yang tidak mengutak-atik dana Transfer ke Daerah (TKD), serta mengingatkan pihak-pihak tertentu agar tidak menjadikan anggaran sebagai alat kepentingan politik.
Ariza menilai, keputusan Ketua TAPA tersebut sudah tepat dan mencerminkan kepatuhan terhadap aturan fiskal yang berlaku, mengingat dana TKD memiliki peruntukan yang jelas dan tidak bisa diubah secara sembarangan.
“Jangan ada pihak yang mencoba menggiring opini seolah-olah dana TKD bisa diubah sesuka hati. Ini bukan ruang kompromi politik. Ketua TAPA sudah benar menjaga aturan,” tegas Ariza.
Ia memaparkan bahwa total dana TKD untuk Aceh mencapai Rp1,6 triliun, dengan pembagian Rp820 miliar untuk Pemerintah Aceh dan Rp780 miliar untuk pemerintah kabupaten/kota.
Menurutnya, skema tersebut merupakan kebijakan nasional yang harus dihormati, bukan diperdebatkan untuk kepentingan sesaat.
“Kalau ada yang mendorong agar dana ini diutak-atik, patut dipertanyakan motifnya. Jangan sampai ada agenda tersembunyi yang justru merugikan masyarakat luas,” ujarnya.
ARAH juga mengingatkan bahwa intervensi terhadap dana TKD tanpa dasar yang jelas berpotensi merusak keseimbangan pembangunan daerah serta membuka celah penyimpangan dalam pengelolaan anggaran.
Dalam pernyataannya, Ariza menegaskan bahwa pihaknya akan berdiri di garda depan untuk mengawal kebijakan yang berpihak pada aturan dan kepentingan rakyat.
“Kami siap pasang badan untuk Ketua TAPA dalam menjaga integritas pengelolaan anggaran. Jangan biarkan kebijakan yang sudah benar justru diserang oleh kepentingan sempit,” tegasnya lagi.
ARAH turut mengajak seluruh elemen masyarakat untuk lebih kritis dalam melihat isu anggaran dan tidak mudah terprovokasi oleh narasi yang tidak berdasar.
“Yang dibutuhkan rakyat hari ini adalah realisasi program dan manfaat nyata, bukan polemik yang dibuat-buat. Dana TKD harus dijaga, bukan dipolitisasi,” tutup Ariza.





























