Jakarta – Pertemuan antara Presiden Amerika Serikat Donald Trump dan Presiden China Xi Jinping belum menghasilkan kejelasan besar mengenai sejumlah isu sensitif, termasuk Iran dan Taiwan.
Amerika Serikat menyebut terdapat pembahasan mengenai kesepakatan perdagangan, sementara China menekankan peringatan terkait Taiwan. Namun, kedua pihak tidak sepenuhnya mengonfirmasi klaim satu sama lain.
Isu Iran juga menjadi perhatian karena Washington disebut mendorong Beijing mengambil peran lebih besar dalam meredakan ketegangan, terutama terkait risiko di kawasan Teluk dan Selat Hormuz.
China memiliki kepentingan besar terhadap stabilitas energi dari Timur Tengah. Namun, Beijing berhati-hati agar tidak terlihat mengikuti tekanan Washington dalam isu yang menyangkut Iran.
Pertemuan tersebut memperlihatkan bahwa hubungan AS-China tetap bergerak dalam pola persaingan strategis. Kerja sama mungkin terjadi pada isu tertentu, tetapi perbedaan kepentingan di Taiwan, perdagangan, dan keamanan global masih tajam.
Para pengamat menilai dunia belum melihat terobosan diplomatik dari pertemuan itu. Ketidakjelasan posisi dua kekuatan besar membuat konflik regional seperti Iran tetap sulit diprediksi.




























