Permintaan rumah tangga kembali menjadi faktor penting dalam menjaga laju ekonomi Indonesia.
JAKARTA – Konsumsi domestik kembali menjadi salah satu penyangga utama pertumbuhan ekonomi Indonesia. Pola ini memperlihatkan bahwa permintaan dari dalam negeri masih memiliki peran besar dalam menjaga aktivitas produksi, perdagangan, dan jasa.
Kekuatan konsumsi rumah tangga biasanya dipengaruhi oleh stabilitas harga, pendapatan masyarakat, dan kepercayaan konsumen. Ketika tiga faktor itu bergerak positif, belanja masyarakat dapat membantu menahan perlambatan dari sektor eksternal.
Namun, ketergantungan pada konsumsi juga memiliki risiko. Jika daya beli turun akibat kenaikan harga pangan, energi, atau biaya transportasi, pertumbuhan ekonomi dapat kehilangan salah satu motor utamanya.
Pemerintah perlu memastikan program perlindungan sosial, distribusi pangan, dan penciptaan kerja berjalan tepat sasaran. Upaya itu tidak hanya menjaga konsumsi, tetapi juga memperkuat ketahanan ekonomi daerah.
Dalam jangka menengah, konsumsi domestik perlu diimbangi dengan peningkatan investasi produktif. Dengan begitu, pertumbuhan tidak hanya bertumpu pada belanja masyarakat, tetapi juga pada ekspansi industri dan produktivitas.
Sumber: Olenka.id.
































